Kisah Seru: Kau Menatapku Di Atas Altar, Dan Aku Tahu Ini Cinta Terakhir
Di Atas Altar, Cinta Terakhir yang Beracun
Lampu kristal menggantung megah di atas altar, memantulkan cahaya ke gaun putihku yang menjuntai anggun. Aroma lily dan mawar memabukkan, serupa mimpi. Tapi di balik semua keindahan ini, hatiku membeku. Kau, Li Wei, berdiri di depanku. Mata cokelatmu menatapku, dan ya, aku tahu. Aku tahu ini cinta terakhir… bukan karena kebahagiaan abadi, melainkan karena penghancuran yang sempurna.
Dulu, tatapanmu adalah matahariku. Senyummu, melodi yang kurindukan setiap pagi. Tapi senyum itu… kini terasa menipu. Seperti lukisan indah yang menyembunyikan kanvas yang retak.
Ingatkah kau, Li Wei, malam di bawah pohon sakura yang bermekaran? Kau berjanji akan menjagaku, mencintaiku, selamanya. Janji itu kini bagai belati. Kilauannya mempesona, tapi menusuk jantungku dengan dingin.
Pelukanmu… dulu adalah rumahku. Sekarang, kurasakan racun merayapi nadiku setiap kali kau menyentuhku. Pelukanmu bukan lagi perlindungan, melainkan penjara emas yang mengikatku dalam kepalsuan.
Aku, Mei Lan, belajar dengan pahit bahwa cinta bisa menjadi topeng yang sempurna untuk pengkhianatan. Aku belajar bahwa air mata bisa membeku menjadi kristal es, dan senyuman bisa menyembunyikan badai yang mengamuk di dalam jiwa.
Di depan altar ini, aku tidak menangis. Tidak akan pernah. Aku tidak akan memberimu kepuasan melihatku hancur. Aku akan berdiri tegak, seorang ratu es yang berbalut gaun pengantin. Elegansi adalah senjataku. Ketenangan adalah tamengku.
Saat kau mengucapkan janji suci, aku tersenyum. Senyuman yang tidak mencapai mata. Senyuman yang akan menghantuimu selamanya.
Malam pertama kita… akan menjadi awal dari mimpi burukmu. Aku akan membangun kerajaanmu di atas pasir hisap. Aku akan membiarkan kesuksesanmu menjadi kutukanmu. Aku akan pastikan setiap kemenanganmu terasa hampa, setiap pujian menjadi ejekan.
Bukan dengan darah aku membalas dendam. Tapi dengan penyesalan abadi. Penyesalan yang akan menggerogoti jiwamu hingga akhir hayatmu. Kau akan memiliki segalanya, Li Wei, kecuali satu hal: kedamaian.
Mungkin suatu hari, kau akan mengerti. Mungkin suatu hari, kau akan merasakan sakitnya dikhianati oleh orang yang paling kau cintai. Mungkin suatu hari… kau akan menyadari bahwa cinta dan dendam lahir dari tempat yang SAMA.
You Might Also Like: 7 Fakta Arti Mimpi Disengat Bekicot